In the office there is a PC that hardisknya will be replaced with larger capacity hard drive. If done by installing the operating system and programs that exist in it, I think it will take a long time, not to mention the time needed to find a CD / DVD program is needed. It happened yesterday afternoon, I thought to do a hard drive cloning. Because of the experience once in a long time and then use Norton Ghost pirated, so I tried to find alternative software that can be used free of charge.
First I tried DriveImage XML (DIX). The process begins with the first installation. When finished, I’m confronted with a choice menu:
Backup, to create image files of the logical drive or partition;
Restore, to restore the previous backup image file;
Drive to Drive, to copy from one drive to another;
Browse, to browse the backup image file.
I think, for my purposes is to select the menu Drive to Drive. The next step is to determine the origin and the destination drive drive. Straightforward, the copying process began.Time to complete the process I did not notice, but before the home is completed, I estimate about 2 hours. I see all the data has been successfully copied. Only, when the PC restarted by trying to boot from new hard drive, no luck.
Due to the time required not for a moment, I dare not repeat with DIX, for example by trying to make the adjustment setting may be performed. Next I tried other software which I downloaded together with DIX. HDClone his name. In the website there are five versions, but I chose the free edition. From the explanation, this version only supports hard drives IDE / ATA and SATA / eSATA, also restrictions on the copying process 300MB per minute.
When executed the program asks us to choose, whether to use a diskette or CD as a means of booting and starting the cloning process. Because the CD Rom which is PC does not have the ability to write, so I chose to use a floppy disk. Next PC be set to boot via floppy. The process begins with the appearance of the graphical menu to choose whether the copy mode of the drive into the drive, the drive to partition, partition the drive, or partition to partition. To free this edition there was an additional restriction, because I can only choose the copying drive to drive only, and I think that’s what I need.
Bars processes visible and percentage values seemed to be moving very slowly, so I stayed home alone process. This morning, I see the screen has been informed that the process has been completed with a time of 4 hours 37 minutes. Anyway, the origin is a SATA hard drive capacity with 80GB hard drive space and the remaining 3GB 250GB capacity goals. Next, I tried booting using a new hard drive and it runs fine, as well as some existing programs and services.
Besides telling stories, I use this paper to save the second link of software that I use, because it seldom hard disk cloning process is done. Moreover, to accommodate comments, there may be readers who have an alternative other software that is better and free.
opung dan biring
- opung: hai ring
- biring : hai jugak pung
- opung: biring lagi apa?
- biring : lagi makan pung, biring lagi apa?
- opung: lagi tituit titituit ring
- biring : mau ikut dong pung
- opung: yauda kesini bante aja ring, buat enak aja
- biring : makasia pung
- opung: sama sama ring, luv u, :*
clone hdd
clone hdd
Di kantor ada sebuah PC yang hardisknya akan diganti dengan hardisk berkapasitas lebih besar. Kalau dilakukan dengan cara menginstall sistem operasi dan program-program yang ada di dalamnya, saya pikir akan memakan waktu lama, belum lagi waktu yang diperlukan mencari CD/DVD program yang dibutuhkan. Kejadiannya kemarin siang, saya terpikir untuk melakukan kloning hardisk. Karena pengalaman sekali-kalinya sudah lama dan waktu itu menggunakan Norton Ghost bajakan, maka saya mencoba mencari alternatif software yang dapat digunakan secara gratis. Pertama saya mencoba DriveImage XML (DIX). Proses dimulai dengan melakukan instalasi terlebih dahulu. Setelah selesai, saya dihadapkan pada pilihan menu: Saya berpikir, untuk keperluan saya adalah dengan memilih menu Drive to Drive. Selanjutnya adalah langkah menentukan drive asal dan drive tujuan. Tidak berbelit, proses penyalinan pun dimulai. Waktu untuk menyelesaikan proses tidak saya perhatikan, tetapi menjelang pulang sudah selesai, perkiraan saya sekitar 2 jam. Saya lihat seluruh data telah berhasil disalin. Hanya saja, ketika PC direstart dengan mencoba booting dari hardisk baru, tidak berhasil. Karena waktu yang diperlukan tidak sebentar, saya tidak berani mengulang kembali dengan DIX, misalnya dengan mencoba melakukan pengaturan setting yang mungkin dilakukan. Selanjutnya saya mencoba software lain yang saya download berbarengan dengan DIX. Namanya HDClone. Dalam websitenya ada lima versi, tetapi saya memilih yang free edition. Dari penjelasannya, versi ini hanya mendukung hardisk IDE/ATA dan SATA/eSATA, juga pembatasan proses penyalinan 300MB per menit. Ketika dijalankan program meminta kita untuk memilih, apakah akan menggunakan disket atau CD sebagai sarana booting dan memulai proses kloning. Karena CD Rom yang ada pada PC tersebut tidak mempunyai kemampuan menulis, maka saya memilih menggunakan disket. Selanjutnya PC disetting untuk melakukan booting melalui disket. Proses dimulai dengan tampilan menu grafis untuk memilih mode penyalinan apakah dari drive ke drive, drive ke partisi, partisi ke drive, atau partisi ke partisi. Untuk free edition ini ternyata ada tambahan pembatasan, karena saya hanya bisa memilih penyalinan drive ke drive saja, dan saya pikir memang itu yang saya perlukan. Bar proses nampak dan nilai prosentasi sepertinya bergerak sangat lambat, maka saya tinggal pulang saja proses tersebut. Tadi pagi, saya lihat layar sudah memberitahu bahwa proses telah selesai dengan waktu 4 jam 37 menit. Oya, hardisk asal adalah SATA berkapasitas 80GB dengan ruang sisa 3GB dan hardisk tujuan berkapasitas 250GB. Selanjutnya, saya coba booting menggunakan hardisk baru dan ternyata berjalan dengan baik, begitu juga beberapa program dan service yang ada. Selain bercerita, saya menggunakan tulisan ini untuk menyimpan link kedua software yang saya gunakan, karena jarang sekali proses mengkloning hardisk ini dilakukan. Selain itu untuk menampung komentar, mungkin ada pembaca yang mempunyai alternatif software lain yang lebih bagus dan gratis.
menginstal ubuntu
“tar” adalah utiliti yang dikembangkan oleh GNU untuk mempermudah pemakai Linux membackup dan mengarsipkan files, serta memadatkannya untuk kebutuhan penyimpanan lebih lanjut. Utiliti ini ada di hampir semua distribusi Linux dan memiliki kemampuan untuk memanfaatkan berbagai jenis media penyimpanan.
Paket file yang diarsipkan dengan tar, disebut juga tarballs, biasanya dapat diidentifikasi dengan ekstensi .tar.kompresi. Kompresinya dapat berupa .gz , .Z , .bz2 atau lainnya, tergantung pada program kompresi data yang digunakan, maupun tanpa .kompresi untuk menyatakan bahwa tarball tersebut tidak menggunakan kompresi apapun. Tarball dapat memuat beberapa file, direktori, dan informasi-informasi penting lain yang berhubungan dengan file itu sendiri, maupun menyimpannya pada berbagai jenis media penyimpanan (floppy disk, CD, harddisk, tape drive,dan media lainnya).
2. Option - option pada tar
Sebagai utiliti yang berbasis CLI (Command Line Interface), tar mengikuti kelaziman penggunaan aplikasi CLI yang digunakan mengikuti tata cara berikut:
tar [opsi …] NamaTarballs [NamaFile_atau_Direktori …]
Secara lengkap opsi yang disediakan oleh tar dapat di lihat di manual yang berhubungan dengan tar dengan mengetikkan man tar di CLI. Jangan lupa, setiap perintah dan Opsi tar bersifat case sensitif, artinya penggunaan huruf kapital dan huruf kecil tidak sama.
:: Option pokok pada tar
A menambahkan files ke tarball
—catenate
—concatenate
c membuat tarball baru
—create
d Menemukan perbedaan atau membandingkan antara isi tarball dan
—diff files yang ada di sistem
—compare
—delete menghapus isi tarball, perintah ini tidak boleh digunakan di tape magnetik
r menambahkan file ke akhir dari tarball
—append
t menampilkan daftar isi tarball
—list
u mengganti file di dalam tarball dengan file yang lebih baru
—update
x mengeluarkan file dari tarball
—extract
—get
:: Beberapa option tambahan
—atime-preserve Jangan ubah tanggal akses dari file yang dikeluarkan
—checkpoint Tampilkan nama direktori ketika membaca tarbal
f Gunakan file tarbal atau nama devais F (default /dev/rmt0)
—file [HOSTNAME:]F
h jangan keluarkan symbolic link, tetapi keluarkan file tujuan
—dereference symbolic link
k pertahankan files yang telah ada di filesystem, jangan overwrite
—keep-old-files dengan files yang berasal dari tarball
l tetap di filesystem lokal ketika membuat tarball
—one-file-system
m jangan keluarkan informasi waktu modifikasi files
—modification-time
M membuat/menampilkan/mengeluarkan dari tarball multi-volume
—multi-volume
N hanya simpan files yang lebih dari dari tanggal tgl
—after-date tgl
—newer tgl
O Keluarkan files ke output standard
—to-stdout
p Keluarkan semua informasi proteksi / permisions
—same-permissions
—preserve-permissions
P jangan buang awalan `/` dari nama files
—absolute-paths
—preserve sama dengan -p -s
R tampilkan nomor record di dalam tarball dengan pesan masing-masing
—record-number
—remove-files hapus files setelah menambahkannya ke dalam arsip
s tampilkan nama files yang akan dikeluarkan secara berurutan dari
—same-order tarball yang berurutan
—preserve-order
—same-owner Buat file yang dikeluarkan dari arsip dengan kepemilikan yang sama
—totals tampilkan total bytes yagn ditulisdengan opsi —create
v Tampilkan dengan kata-kata daftar files yang telah diproses
—verbose
V buat tarball dengan nama volume LABEL
—label LABEL
—version tuliskan informasi versi dari program tar yang digunakan
w konfirmasikan setiap tindakan
—interactive
—confirmation
W lakukan verifikasi tarbal setelah ditulis / dibuat
—verify
—exclude filelist jangan sertakan file dengan nama filelist
X jangan sertakan files yang tertulis didalam filelist
—exclude-from filelist
y filter tarball melalui bzip2
—bzip2
—bunzip2
Z filter tarball melalui compress
—compress
—uncompress
z filter tarbal melalui gzip
—gzip
—ungzip
—use-compress-program PG filter tarball dengan program bernama PG
( program harus mampu menerima opsi -d )
—block-compress blok output dari program kompresi untuk tape
-[0-7][lmh] spesifikasikasikan drive dan kerapatannya
3. Contoh Penggunaan sederhana
tar -xvf foo.tar
mengeluarkan isi dari file foo.tar dengan kata - kata (verbose)
tar -xvzf foo.tar.gz
mengeluarkan isi dari file foo.tar.gz dengan kata - kata (verbose)
tar -cvf foo.tar foo/
membuat file tar dr sebuah folder yg bernama foo dengan kata - kata (verbose)
4. Penutup
demikian dasar - dasar penggunaan tar dan sedikit contoh penggunaan yg umum kita jumpai. Untuk yang lebih kompleks silahkan gabungkan opsi2 yang anda dan di sesuaikan dengan kebutuhan. dan untuk lebih jelasnya bisa silahkan membaca manual pagenya ( man tar ).
5. Referensi
$man tar
video kocak
Ketikkan teks atau alamat situs web atau terjemahkan dokumen.Batal
Terjemahan Bahasa Indonesia ke Inggris
ordinary people
my brother
story
I Love You more than anything
although no one who knows
I love you deep in my heart
even if you only Secret Love
![]]>
Ketikkan teks atau alamat situs web atau terjemahkan dokumen.Batal Simak
Terjemahan Bahasa Indonesia ke Inggris
ordinary people](http://24.media.tumblr.com/tumblr_lb6zuft8yp1qeyuiqo1_400.jpg)